Oleh: sinodegko | November 9, 2007

Mengerjakan Pekerjaan Allah

Pekerjaan merupakan hal yang agak langka untuk didapatkan akhir-akhir ini di Negara ini. Orang dapat melakukan apa saja demi mendapatkan pekerjaan. Bahkan dalam “ladang Tuhan” sendiri, banyak orang yang sulit mendapat “pekerjaan (Tuhan)”. Tidak heran ada para hamba Tuhan yang bekerja di salah satu “ladang Tuhan” terpaksa harus pindah ke “ladang Tuhan” lainnya karena tidak mendapatkan “hasil yang memadai” dari “pekerjaan (Tuhan)” di tempat tersebut. Saudara bingung dengan hal ini?
Kita sering mendengar istilah “pekerjaan Tuhan”. Para Pendeta, Gembala, Penatua, Majelis, dipanggil dan dipakai Tuhan untuk melakukan pekerjaan Tuhan penuh waktu (full time) di gereja. Kita bersyukur untuk hal itu. Kita juga bersyukur untuk kaum awam (jemaat biasa) yang walaupun tidak bekerja di gereja tetapi di sekuler memandang pekerjaan mereka pun sebagai “pekerjaan Tuhan”. Tetapi ada bahaya yang ingin Yesus ingatkan bagi kita tentang pekerjaan Tuhan tersebut.
Yesus berkata,”…sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang” (Yoh 6:26). Ada banyak orang – jujur saja – mengikut Yesus, mencari Yesus, terlibat dalam pekerjaan Tuhan, bukan karena percaya sepenuhnya kepada Yesus tetapi agar keinginan jasmaninya terpuaskan. Mereka hanya ingin makan dan kenyang bahkan kenyang dengan kekayaan. Pekerjaan Tuhan, pelayanan, dianggap sebagai sumber pendapatan dan sumber keuangan. Tidaklah salah bila kita hidup dari pemberitaan kita (1 Kor 9:14). Tetapi adalah salah bila kita memanfaatkan pekerjaan Tuhan, pelayanan, gereja, sebagai alat untuk mengenyangkan diri. Kita keliru bila membangun karir, prestasi dan prestise melalui pekerjaan Tuhan. Kita melakukan pekerjaan Tuhan bukan karena kita ingin mendapatkan upah tetapi karena kita sudah lebih dahulu diupah. Bila kita mempunyai pemahaman yang benar tentang pelayanan, maka dengan sendirinya berkat-berkat itu akan mengalir. Alkitab mengingatkan, Allah-lah yang memberikan kepada kita suatu tempat yang spesial pada tubuh Kristus, seperti yang dikehendaki-Nya (1 Kor 12:18). Semuanya bermula dari Allah dan untuk Allah.
Karena itu Yesus mengingatkan, “Bekerjalah bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal…” (Yoh 6:27). Dan orang banyak itu bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” (Yoh 6:28). Rupanya tidak semua pekerjaan – yang tampaknya rohani itu dan kita sebut pekerjaan Tuhan – dikehendaki oleh Allah. Sebagai gereja, baik secara pribadi maupun persekutuan, hendaklah pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan perenungan kita sepanjang sejarah gereja agar gereja tidak kehilangan kuasanya sebagai garam dan terang di dunia ini.
Lalu apa yang harus kita perbuat supaya kita mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah? Firman Tuhan memberi jawab kepada kita:

1. Percaya kepada Dia yang telah diutus Allah (Yoh 6:29)
Gereja yang hanya mempercayai Yesus dengan mulutnya saja namun hatinya menjauh adalah gereja yang tidak mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Pemberitaan dan praktek yang hidup dalam gereja harus dipenuhi dengan kasih, kuasa dan ke-benaran Yesus sebagai Kepala Gereja.

2. Jangan ada yang hilang tetapi setiap orang beroleh hidup yang kekal (Yoh 6 : 39-40)
Gereja yang tidak memfokuskan diri untuk mencari orang-orang yang terhilang dan ti-dak memberitakan tentang keselamatan kekal adalah gereja yang tidak mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Gereja hendaknya jangan hanya sibuk dengan posisi dan jabatan, doktrin, dogma, peraturan-peraturan. Pusatkan perhatian pada jiwa-jiwa yang terhilang dan terancam binasa kekal. Yesus berkata, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9:13).

3. Pengudusan (1 Tes 4:3)
Gereja yang tidak memelihara kekudusan tetapi kompromi dengan dosa adalah gereja yang tidak mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Gereja harus berani me-nyatakan dosa adalah dosa. Hal-hal yang membuat sebagian besar bangsa Israel tewas di padang gurun dan tidak dapat memasuki tanah Kanaan yang berkelimpahan adalah karena mereka bermain-main dengan dosa. Mereka menginginkan hal-hal yang jahat (nafsu rakus), menyembah berhala (mengandalkan diri sendiri, segala bentuk keterikatan dengan hal-hal duniawi), percabulan (baik melalui pikiran, perkataan dan tindakan), mencobai Tuhan (melawan Allah dan Musa) – 1 Kor 10:1-9. Yesus memohon kepada Bapa agar gereja dikuduskan dalam kebenaran dengan cara terus taat dan setia melakukan firman Tuhan (Yoh 17:17)

4. Mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus sebagai Kepala (Ef 1 : 9-10).
Gereja yang tidak mengusahakan persatuan tetapi perpecahan bukanlah gereja yang mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. “Supaya semua menjadi satu” adalah doa Yesus sendiri, yang harus dijawab gereja supaya dunia percaya bahwa Yesus diutus oleh Allah Bapa (Yoh 17:21).

5. Mengucap syukur dalam segala hal (1 Tes 5 : 18 ).
Gereja yang tidak mampu mengucap syukur bukanlah gereja yang mengerjakan pe-kerjaan yang dikehendaki Allah. Persungutan merupakan salah satu dosa bangsa Israel sehingga mereka tidak layak masuk tanah Kanaan. Tanah Kanaan adalah suatu keadaan yang menggambarkan kehidupan yang penuh dengan kelimpahan dan berkat-berkat sorgawi. (1 Kor 10:10). Tantangan yang harus dihadapi gereja sangatlah banyak, baik dari luar maupun dari dalam. Tetapi itu bukanlah alasan bagi gereja untuk bersungut. Mengucap syukurlah dalam segala hal, karena melalui semua tantangan itu Allah dapat mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28)

6. Berbuat baik ( 1 Pet 2:15)
Gereja adalah pendatang dan perantau di dunia ini. Dengan memiliki cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa ini, kita membungkemkan kepicikan orang-orang bodoh, yang senang memfitnah gereja. Gereja tidak melawan mereka dengan pedang dan kekerasan tetapi dengan perbuatan baik yang memuliakan Allah.

Gereja harus memperhatikan dengan saksama bagaimana dia hidup di tengah-tengah bangsa ini. Kita semua harus mempergunakan waktu yang ada untuk benar-benar mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Siapa yang tidak mengerti kehendak Tuhan disamakan dengan orang bodoh (Ef 5:15-17).

Paulus khusus berdoa untuk jemaat di Kolose (Kol 1:9-12) supaya mereka menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sem-purna. Karena dengan mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, dan mengerjakan kehendak Tuhan itu, jemaat akan:

 Hidup layak di hadapan-Nya
 Berkenan kepada-Nya dalam segala hal
 Memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik
 Bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah
 Dikuatkan dengan segala kekuatan-Nya untuk menanggung segala sesuatu
 Mendapat bagian dalam kerajaan terang

Pada akhirnya saya mengingatkan kita akan perkataan firman Allah dalam I Yoh 2:17: “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya”. Tunggu apa lagi? Mari mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki-Nya! Tuhan Yesus memberkati usaha kita untuk mengerti kehendak Tuhan dan mengerjakannya.


Pdt. Nus M. Liur, M.Th
Ketua Umum Sinode
GEREJA KRISTEN OIKOUMENE di Indonesia (GKO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: